Pernahkah kamu menonton film Interstellar atau Avengers, lalu merasa pusing sendiri membedakan mana yang lubang hitam (blackhole) dan mana yang lubang cacing (wormhole)? Tenang, kamu tidak sendirian. Jujur saja, dua monster kosmik ini memang sering banget bikin orang awam—bahkan mahasiswa fisika tahun pertama—garuk-garuk kepala.
Banyak yang mengira keduanya sama saja: lubang gelap di luar angkasa yang menelan segalanya. Padahal, perbedaan wormhole dan blackhole itu ibarat membedakan antara jurang tanpa dasar dengan terowongan rahasia di bawah tanah. Yang satu adalah jalan buntu, yang satu lagi (secara teori) adalah jalan pintas.
Di artikel ini, kita akan bedah tuntas topik ini. Kita lupakan dulu rumus-rumus rumit. Kita akan pakai analogi pizza, karpet, dan bendungan air supaya kamu benar-benar paham konsepnya sampai ke akar. Siapkan kopi, yuk kita mulai perjalanan antargalaksi ini!
Perbedaan Paling Mendasar Antara Wormhole dan Blackhole ?
Sebelum kita masuk ke hal-hal yang bikin pusing, mari kita luruskan dulu definisi dasarnya. Bayangkan alam semesta ini seperti lembaran kain karet yang sangat luas.
Nah, perbedaan wormhole dan blackhole yang paling fundamental terletak pada fungsi dan “ujung” dari lubang tersebut. Blackhole adalah tempat di mana materi pergi untuk tidak pernah kembali, sedangkan wormhole adalah pintu gerbang untuk pergi ke tempat lain.
Apakah Blackhole Itu Benar-benar Lubang?
Sebenarnya, nama “lubang” itu agak menipu. Blackhole bukanlah lubang kosong seperti lubang di jalanan aspal. Blackhole adalah tumpukan materi yang sangat, sangat padat. Saking padatnya, gravitasinya begitu kuat sampai-sampai cahaya pun tidak bisa kabur. Jadi, lebih tepat disebut sebagai “penyedot debu kosmik abadi” yang memadatkan segalanya menjadi satu titik kecil.
Apakah Wormhole Itu Jembatan atau Terowongan?
Kalau blackhole itu jalan buntu, wormhole adalah jalan pintas. Bayangkan kamu punya selembar kertas, lalu kamu gambar dua titik di ujung yang berlawanan. Jaraknya jauh, kan? Tapi kalau kertas itu kamu lipat dua sampai kedua titik itu bertemu, lalu kamu tusuk dengan pensil, nah lubang tusukan itulah wormhole. Dia menghubungkan dua tempat yang jauh menjadi sangat dekat secara instan.
Mana yang Lebih Berbahaya?
Keduanya sama-sama mematikan bagi manusia biasa tanpa perlindungan sci-fi. Tapi, blackhole menjanjikan kehancuran total (tubuhmu akan hancur lebur), sementara wormhole menjanjikan ketidakstabilan. Wormhole cenderung sangat labil; kalau kamu coba masuk, ada kemungkinan lubangnya malah menutup dan menjepitmu di tengah jalan.
Setelah paham konsep dasarnya, mungkin kamu bertanya-tanya soal status eksistensinya di dunia nyata. Apakah mereka cuma ada di film?
Apakah Kedua Objek Ini Benar-benar Nyata atau Cuma Fiksi?
Ini adalah pertanyaan sejuta dolar. Seringkali kita melihat keduanya digambarkan begitu realistis di film, sampai-sampai kita lupa batas antara sains dan imajinasi. Mari kita cek faktanya.
Apakah Kita Sudah Pernah Memotret Blackhole?
Jawabannya: Ya, sudah! Blackhole itu 100% nyata. Para ilmuwan sudah punya bukti tak terbantahkan. Pada tahun 2019, kolaborasi teleskop Event Horizon Telescope (EHT) berhasil merilis foto asli pertama dari blackhole supermasif di pusat galaksi M87. Jadi, blackhole bukan lagi sekadar teori di atas kertas, tapi objek fisik yang benar-benar “nangkring” di luar angkasa sana.
Lalu, Bagaimana dengan Wormhole?
Sayang sekali, untuk wormhole ceritanya beda. Sampai detik ini, wormhole masih sebatas konsep matematika teoretis. Belum ada satu pun astronom yang pernah melihat, memotret, atau mendeteksi wormhole. Wormhole adalah prediksi dari Teori Relativitas Umum Einstein, yang bilang bahwa “secara matematika ini mungkin,” tapi belum tentu “secara fisik ini ada.”
Mengapa Wormhole Sangat Sulit Ditemukan?
Ada kemungkinan wormhole itu ukurannya sangat kecil—lebih kecil dari atom (skala mikroskopis)—dan muncul-hilang dalam hitungan detik. Atau, mungkin mereka butuh kondisi alam yang sangat ekstrem yang belum pernah kita temui. Jadi untuk saat ini, blackhole itu fakta sains, sedangkan wormhole masih fiksi sains yang didukung matematika.
Oke, sekarang kita tahu status keberadaannya. Tapi kalau misalnya kita nekat mendekat, apa yang membedakan cara kerja tarikan gravitasi mereka?
Bagaimana Mekanisme Gravitasi Bekerja di Kedua Objek Ini?
Meskipun berbeda fungsi, keduanya sama-sama memanipulasi gravitasi dengan cara yang ekstrem. Tapi ada nuansa unik di sini yang perlu kamu tahu.
Seberapa Kuat Tarikan Blackhole?
Bayangkan kamu punya bola bowling yang ditaruh di atas kasur busa empuk. Kasurnya melengkung ke bawah, kan? Nah, blackhole itu ibarat bola bowling seberat 1000 ton tapi ukurannya cuma sebesar kelereng. Lengkungan yang dibuat di kasur (ruang-waktu) itu curam sekali. Begitu kamu terpeleset melewati batas tertentu, tidak ada roket sekuat apapun yang bisa membawamu naik kembali.
Apakah Wormhole Juga Memiliki Gravitasi?
Tentu saja. Karena wormhole juga melengkungkan ruang dan waktu, dia pasti punya gravitasi. Bedanya, di mulut wormhole, gravitasinya tidak bertujuan untuk menghancurkanmu menjadi satu titik, melainkan menarikmu masuk ke dalam “leher” terowongan untuk dimuntahkan di ujung satunya.
Apa Itu Event Horizon?
Istilah ini sering muncul. Event Horizon atau Cakrawala Peristiwa adalah titik “no return”. Pada blackhole, ini adalah batas pagar di mana kalau kamu melewatinya, kamu resmi hilang dari alam semesta kita selamanya. Pada wormhole, konsepnya mirip, tapi batas ini adalah pintu masuk menuju terowongan antardimensi, bukan menuju kehancuran total (secara teori).
Ngomong-ngomong soal masuk ke dalam, pernahkah kamu membayangkan apa yang terjadi pada tubuhmu kalau terjatuh ke sana?
Kalau Manusia Masuk ke Dalamnya, Apa yang Akan Terjadi pada Tubuh Kita?
Ini bagian yang agak mengerikan tapi seru untuk dibayangkan. Jangan coba-coba mempraktikkannya di rumah ya (kalau kamu punya blackhole peliharaan).
Apa Itu Spaghettification di Blackhole?
Istilah ini serius, bukan bercanda. Di blackhole, gaya gravitasi di kakimu akan jauh lebih kuat daripada di kepalamu (kalau kamu jatuh dengan kaki duluan). Perbedaan tarikan ini begitu ekstrem sehingga tubuhmu akan ditarik memanjang seperti mi spageti sampai putus. Hiii… serem kan? Molekul tubuhmu akan terurai menjadi atom-atom penyusunnya.
Apakah Masuk Wormhole Lebih Aman?
Belum tentu. Masalah di wormhole adalah “gaya pasang surut” gravitasi yang juga sangat kuat di bagian leher terowongannya. Selain itu, wormhole teoritis penuh dengan radiasi tinggi. Jadi, alih-alih sampai ke galaksi lain dengan selamat, kamu mungkin sampai di sana dalam bentuk “sup atom” yang panas dan radioaktif.
Bisakah Kita Memakai Baju Pelindung Khusus?
Untuk saat ini, tidak ada material di bumi yang bisa menahan gaya pasang surut gravitasi blackhole. Untuk wormhole, mungkin di masa depan (ribuan tahun lagi) manusia bisa menciptakan teknologi yang menstabilkan lorong tersebut agar aman dilewati manusia, seperti yang ada di film-film.
Tapi tunggu dulu, kalau wormhole itu cuma terowongan, bagaimana struktur dalamnya? Apa bedanya dengan “jeroan” blackhole?
Di Mana Letak Perbedaan Struktur Fisik Bagian Dalamnya?
Kalau kita bisa membedah kedua objek ini seperti membedah katak di lab biologi, kita akan melihat perbedaan struktur yang sangat mencolok.
Apa Itu Singularitas?
Ini adalah jantungnya blackhole. Di pusat blackhole, ada satu titik bernama singularitas. Di titik ini, massa menjadi tak terhingga padatnya, dan volume menjadi nol. Di sini, semua hukum fisika yang kita kenal (waktu, ruang) hancur dan tidak berlaku lagi. Ini adalah “jalan buntu” dari blackhole.
Bagaimana Bentuk “Leher” Wormhole?
Wormhole tidak punya singularitas di tengahnya yang menghancurkan materi. Sebaliknya, ia memiliki apa yang disebut “throat” atau leher. Struktur ini menghubungkan dua “mulut” (satu di tempat masuk, satu di tempat keluar). Jadi strukturnya seperti pipa yang bengkok, bukan titik buntu.
Apakah Wormhole Punya Dua Sisi?
Ya, ini poin penting dalam memahami perbedaan wormhole dan blackhole. Blackhole biasanya dilihat sebagai satu entitas. Sedangkan wormhole harus punya dua mulut: mulut masuk dan mulut keluar. Beberapa fisikawan bahkan berteori bahwa mulut keluar dari wormhole bisa jadi terlihat seperti “White Hole” (kebalikan blackhole yang memuntahkan materi), meski ini masih spekulasi liar.
Berbicara soal teori, siapa sih orang-orang jenius yang pertama kali memikirkan ide gila ini?
Siapa Ilmuwan di Balik Penemuan Konsep-Konsep Ini?
Ide tentang lubang di angkasa tidak muncul begitu saja dari mimpi siang bolong. Ada sejarah panjang dan otak-otak brilian di baliknya.
Apa Peran Albert Einstein?
Bapak fisika modern ini adalah kuncinya. Teori Relativitas Umum miliknya pada tahun 1915 membuka pintu bagi keberadaan blackhole dan wormhole. Tanpa persamaan Einstein, kita tidak akan pernah tahu kalau ruang-waktu itu bisa melengkung.
Siapa Itu Karl Schwarzschild?
Tak lama setelah Einstein merilis teorinya, Karl Schwarzschild, seorang fisikawan Jerman, menemukan solusi matematika pertama yang menggambarkan blackhole. Dia menghitung ini saat sedang berada di garis depan Perang Dunia I! Dialah yang menemukan “Radius Schwarzschild”—batas ukuran seberapa kecil benda harus dipadatkan untuk jadi blackhole.
Kenapa Wormhole Disebut Jembatan Einstein-Rosen?
Nah, wormhole awalnya punya nama keren: Jembatan Einstein-Rosen (Einstein-Rosen Bridge). Pada tahun 1935, Einstein dan Nathan Rosen menyadari bahwa teori relativitas mengizinkan adanya jembatan yang menghubungkan dua titik berbeda dalam ruang-waktu. Jadi, wormhole itu “anak kandung” dari matematika Einstein juga.
Oke, kita sudah bahas pencipta teorinya. Sekarang, mari kita bahas durasi hidupnya. Apakah monster-monster ini abadi?
Apakah Blackhole dan Wormhole Bisa Mati atau Menghilang?
Di alam semesta, sepertinya tidak ada yang benar-benar abadi, bahkan monster pemakan bintang sekalipun.
Apa Itu Radiasi Hawking?
Stephen Hawking, fisikawan jenius yang duduk di kursi roda itu, menemukan bahwa blackhole sebenarnya tidak 100% hitam. Mereka memancarkan radiasi termal yang sangat lemah, yang sekarang disebut Radiasi Hawking. Ini berarti, blackhole perlahan-lahan kehilangan massanya.
Jadi, Blackhole Bisa Menguap?
Betul! Berikan waktu yang jauuuuh sangat lama (lebih lama dari umur alam semesta saat ini), blackhole akan perlahan mengecil, menguap, dan akhirnya lenyap. Tapi proses ini sangat lambat, jadi jangan berharap blackhole akan hilang besok pagi.
Kenapa Wormhole Sangat Cepat Menghilang?
Kalau blackhole umurnya panjang, wormhole justru sebaliknya. Secara alami, wormhole sangat tidak stabil. Begitu terbentuk, dia cenderung langsung runtuh dan menutup kembali dalam sekejap mata. Saking cepatnya, bahkan cahaya pun mungkin tak sempat melewatinya. Ini tantangan terbesar kalau kita mau memakainya untuk traveling.
Nah, kalau wormhole itu gampang nutup, ada nggak sih cara ganjal pintunya biar tetap terbuka?
*** RINGKASAN UNTUK YANG MULAI BINGUNG (TL;DR) ***
Hai, sebentar! Kalau kamu mulai lelah baca penjelasannya, ini ringkasan super simpelnya:
Blackhole = Jebakan Tikus Kosmik. Sekali masuk, nggak bisa keluar. Isinya pemadatan materi yang bikin tubuh hancur. Ini NYATA dan sudah difoto.
Wormhole = Pintu Doraemon. Kamu masuk sini, keluar di tempat lain (atau waktu lain). Ini masih TEORI (khayalan matematika) dan belum pernah ditemukan.
Intinya: Blackhole menghancurkanmu, Wormhole memindahkanmu (tapi risikonya besar).
Oke, lanjut lagi yuk? Kita bahas soal energi aneh yang dibutuhkan wormhole!
Mengapa Wormhole Butuh Energi Negatif Supaya Tetap Terbuka?
Di sinilah sains mulai terdengar seperti sihir. Karena wormhole itu sifatnya mau nutup melulu, kita butuh “ganjal pintu”.
Apa Itu Exotic Matter?
Untuk menahan leher wormhole agar tetap terbuka dan bisa dilewati, fisikawan menghitung kita butuh sesuatu yang bernama Exotic Matter atau materi eksotis. Ini bukan materi biasa seperti batu atau air. Materi ini punya sifat aneh, yaitu memiliki densitas energi negatif.
Apa Maksudnya Energi Negatif?
Susah dibayangkan, memang. Materi biasa punya gravitasi yang menarik. Materi eksotis (secara teori) punya sifat tolak-menolak yang bisa melawan gravitasi yang ingin menutup lubang cacing itu. Tanpa materi ini, jembatan Einstein-Rosen akan runtuh sebelum kamu sempat mengedipkan mata.
Apakah Kita Bisa Membuatnya?
Saat ini? Belum. Kita baru bisa mengamati efek energi negatif dalam skala kuantum yang sangat kecil (Efek Casimir), tapi mengumpulkannya dalam jumlah besar untuk mengganjal wormhole masih jauh dari jangkauan teknologi manusia.
Sekarang coba kita bahas topik yang paling bikin penasaran: Mesin Waktu!
Bisakah Wormhole Dipakai untuk Jalan-Jalan ke Masa Lalu?
Perbedaan wormhole dan blackhole yang paling seksi adalah potensinya sebagai mesin waktu.
Apakah Blackhole Bisa Membawa Kita ke Masa Depan?
Bisa, tapi cuma satu arah. Karena gravitasi blackhole sangat kuat, waktu di dekatnya berjalan lebih lambat dibanding waktu di Bumi (dilatasi waktu). Kalau kamu nongkrong di dekat blackhole selama 1 jam, mungkin di Bumi sudah lewat 7 tahun (ingat adegan planet air di Interstellar?). Jadi kamu bisa “pergi” ke masa depan, tapi nggak bisa balik lagi ke masa lalu.
Bagaimana dengan Wormhole dan Perjalanan Waktu?
Secara teori, wormhole bisa menghubungkan dua titik waktu yang berbeda, bukan cuma tempat. Jika kamu bisa menggerakkan salah satu mulut wormhole dengan kecepatan cahaya lalu membawanya kembali, kamu bisa menciptakan “kurva waktu tertutup”. Artinya, kamu bisa masuk dan keluar di masa lalu.
Apa Itu Grandfather Paradox?
Ini masalah besarnya. Kalau kamu pakai wormhole ke masa lalu dan tidak sengaja mencegah kakekmu bertemu nenekmu, maka kamu tidak akan lahir. Kalau kamu tidak lahir, siapa yang masuk wormhole? Paradoks ini bikin pusing ilmuwan dan menjadi alasan kenapa banyak yang yakin alam semesta punya mekanisme untuk melarang perjalanan waktu lewat wormhole.
Selain waktu, mari kita bandingkan ukuran fisik mereka.
Seberapa Besar Ukuran Asli Blackhole dan Wormhole?
Apakah mereka sebesar planet? Matahari? Atau galaksi?
Apakah Ada Blackhole yang Kecil?
Ada! Blackhole punya berbagai ukuran. Ada Stellar Blackhole yang massanya 10-20 kali Matahari tapi diameternya mungkin cuma seluas kota Jakarta. Ada juga Supermassive Blackhole di pusat galaksi yang diameternya bisa seluas tata surya kita dengan massa jutaan kali Matahari.
Seberapa Besar Wormhole Secara Alami?
Berdasarkan fisika kuantum, wormhole diperkirakan muncul secara alami dalam ukuran yang super duper kecil—skala Planck (jauh lebih kecil dari atom). Dunia kuantum itu bergejolak seperti buih ombak, dan wormhole kecil mungkin terbentuk dan hilang terus-menerus di sana.
Bisakah Kita Memperbesar Wormhole?
Inilah tantangannya. Untuk membuat wormhole yang bisa dilewati manusia (makroskopis), kita perlu “meniup” wormhole kuantum tadi menjadi besar dan menahannya dengan materi eksotis. Jadi, secara alami wormhole itu mikroskopis, sedangkan blackhole itu makroskopis.
Lalu, bagaimana cara kita tahu kalau ada blackhole di dekat kita?
Apa Bukti Nyata Kalau Blackhole Itu Ada di Sekitar Kita?
Kita tidak bisa melihat blackhole langsung karena dia hitam di atas latar belakang hitam. Tapi dia meninggalkan jejak.
Bagaimana Blackhole Mempengaruhi Bintang Tetangga?
Seringkali astronom menemukan bintang yang berputar-putar mengelilingi “ruang kosong” dengan kecepatan ngebut. Karena tidak mungkin bintang mengelilingi kehampaan, pasti ada benda berat tak terlihat di sana. Itulah blackhole.
Apa Itu Piringan Akresi?
Materi yang mau masuk ke blackhole biasanya antre dulu, berputar kencang membentuk piringan bercahaya panas yang disebut Accretion Disk. Piringan inilah yang bersinar terang (sumber sinar-X) dan bisa kita lihat dengan teleskop. Jadi kita melihat bayangannya, bukan lubangnya.
Bagaimana dengan Gelombang Gravitasi?
Ketika dua blackhole bertabrakan, mereka menggetarkan struktur ruang-waktu seperti riak air di kolam. Detektor LIGO di Bumi berhasil menangkap getaran ini. Ini bukti lain bahwa blackhole itu nyata dan aktif.
Kalau blackhole ada buktinya, kenapa wormhole belum ada sama sekali?
Kenapa Kita Belum Pernah Melihat Wormhole Secara Langsung?
Padahal alam semesta ini luas banget, masa nggak ada satu pun?
Apakah Wormhole Terlihat Berbeda dari Blackhole?
Ini masalahnya. Beberapa simulasi komputer menunjukkan bahwa mulut wormhole mungkin terlihat sangat mirip dengan blackhole dari kejauhan. Keduanya sama-sama membelokkan cahaya. Bedanya mungkin hanya terlihat pada pola cahaya yang sangat spesifik di tengahnya, yang saat ini teleskop kita belum cukup tajam untuk membedakannya.
Mungkinkah Kita Salah Mengira Blackhole sebagai Wormhole?
Bisa jadi! Ada teori spekulatif yang bilang mungkin beberapa supermassive blackhole yang kita lihat sebenarnya adalah mulut wormhole. Tapi sampai kita bisa mendekat ke sana (yang jaraknya jutaan tahun cahaya), kita tidak akan pernah tahu pasti.
Apakah Alam Semesta Mengizinkan Wormhole Stabil?
Banyak fisikawan skeptis. Mereka berpendapat bahwa hukum fisika mungkin melarang pembentukan wormhole makroskopis (besar) secara alami untuk menjaga kestabilan alam semesta (sensor kosmik).
Sekarang mari kita lihat bagaimana budaya pop menggambarkan ini.
Bagaimana Film Seperti Interstellar Menggambarkan Keduanya?
Film sering melebih-lebihkan, tapi Interstellar agak spesial.
Apakah Gargantua di Interstellar Akurat?
Sangat akurat! Sutradara Christopher Nolan bekerja sama dengan fisikawan pemenang Nobel, Kip Thorne. Gambar blackhole Gargantua dibuat berdasarkan simulasi fisika sungguhan. Piringan cahayanya, lengkungannya, itu mendekati apa yang ilmuwan bayangkan.
Kenapa Wormhole Digambarkan Sebagai Bola?
Di film itu, Cooper bertanya kenapa wormhole berbentuk bola, bukan lubang datar. Penjelasannya brilian: Di kertas (2D), lubang itu berbentuk lingkaran (2D). Tapi di ruang 3 dimensi, lubang itu berbentuk bola (3D). Ini adalah penggambaran wormhole paling akurat secara visual dalam sejarah film.
Apa yang Kurang Realistis di Film?
Bagian di mana Cooper masuk ke dalam blackhole dan selamat, lalu masuk ke dimensi tesseract lemari buku anaknya. Itu murni imajinasi artistik. Dalam realita fisika, Cooper sudah jadi spageti jauh sebelum sampai ke sana.
Tapi tunggu, ada teori gila yang menghubungkan keduanya.
Mungkinkah Blackhole Sebenarnya Adalah Pintu Masuk Wormhole?
Ini adalah plot twist terbesar dalam fisika teoretis modern.
Apa Itu Teori ER = EPR?
Jangan pusing dulu sama singkatannya. Intinya, dua fisikawan besar (Maldacena dan Susskind) pada tahun 2013 mengusulkan bahwa dua partikel yang terhubung secara kuantum (entanglement) sebenarnya terhubung oleh wormhole mikroskopis.
Apakah Bagian Dalam Blackhole Menghubungkan ke Tempat Lain?
Ada hipotesis bahwa setiap blackhole mungkin memiliki wormhole di dalamnya yang menuju ke alam semesta lain atau bagian lain dari alam semesta ini. Ini dikenal sebagai Einstein-Rosen Bridge dalam konteks blackhole. Jadi, apa yang ditelan blackhole di sini, mungkin dimuntahkan “White Hole” di sana.
Apakah Ini Berarti Kita Bisa Lewat?
Sayangnya tidak. Meskipun ada wormhole di dalamnya, singularitas dan gravitasi yang meremukkan tadi tetap menghalangi kita untuk memanfaatkannya. Pintunya mungkin ada, tapi lorongnya penuh jebakan maut.
Lalu, seberapa bahaya dampaknya ke Bumi?
Apa Risiko Terbesar Jika Kita Mencoba Mendekati Keduanya?
Selain spaghettification, ada bahaya lain yang mengintai.
Apakah Radiasinya Mematikan?
Sangat. Di sekitar blackhole, piringan materi yang berputar itu panasnya jutaan derajat dan memancarkan sinar-X serta sinar gamma yang mematikan. Sebelum kamu merasakan gravitasinya, kamu mungkin sudah terpanggang oleh radiasinya.
Bisakah Wormhole Meledak?
Jika wormhole buatan manusia tidak stabil, runtuhnya wormhole bisa melepaskan energi yang sangat besar, setara dengan ledakan bom nuklir atau supernova, tergantung ukurannya. Bermain-main dengan struktur ruang-waktu itu sangat berisiko.
Apakah Bumi Aman?
Untungnya, blackhole terdekat dari Bumi jaraknya ribuan tahun cahaya. Cukup jauh untuk tidak menyedot kita. Dan karena wormhole belum ditemukan, kita aman dari risiko kedatangan alien atau monster dari dimensi lain lewat pintu belakang.
Terakhir, mari kita rangkum perbandingannya dalam tabel yang mudah dibaca.
Tabel Perbandingan Wormhole vs Blackhole
Biar kamu nggak bolak-balik scroll ke atas, nih perbandingan head-to-head mereka:
| Fitur | Blackhole (Lubang Hitam) | Wormhole (Lubang Cacing) |
| Status | NYATA (Terbukti & Difoto) | TEORITIS (Matematis & Hipotesis) |
| Fungsi Utama | Menyedot & memadatkan materi | Menghubungkan dua tempat/waktu |
| Bentuk Ujung | Titik buntu (Singularitas) | Terowongan tembus (Throat) |
| Efek Tubuh | Spaghettification (Hancur total) | Mungkin bisa lewat (tapi radiasi tinggi) |
| Bisa Kembali? | Tidak (Kecuali sebagai radiasi) | Ya (Secara teori bisa bolak-balik) |
| Energi | Gravitasi ekstrem positif | Butuh energi negatif (Exotic matter) |
FAQ: Pertanyaan yang Sering Banget Ditanyain (Plus Keyword Turunan)
Di bawah ini ada beberapa pertanyaan receh tapi penting yang sering mampir di kepala orang.
Q: Apakah Matahari kita bisa berubah menjadi blackhole?
A: Tidak. Matahari kita terlalu kecil. Untuk jadi blackhole, sebuah bintang harus punya massa sekitar 10-20 kali lipat Matahari. Nanti saat mati, Matahari cuma bakal jadi White Dwarf (Bintang Kerdil Putih).
Q: Kalau wormhole ditemukan, bisakah kita pergi ke galaksi lain dalam sekejap?
A: Secara teori, ya! Itu tujuan utama konsep wormhole di fiksi ilmiah. Perjalanan yang normalnya butuh ribuan tahun cahaya bisa ditempuh dalam hitungan menit lewat terowongan waktu ini.
Q: Apakah blackhole bisa menyedot seluruh alam semesta?
A: Tidak. Gravitasi blackhole itu jangkauannya terbatas. Kalau Matahari diganti blackhole dengan massa yang sama, Bumi akan tetap mengorbit dengan aman (cuma bakal jadi gelap beku aja karena nggak ada cahaya). Dia nggak akan menyedot kita kecuali kita mendekat.
Kenapa Kamu perlu tau materi ini ?
Sains itu dinamis. Apa yang kita bahas hari ini tentang perbedaan wormhole dan blackhole didasarkan pada pemahaman fisika terbaik abad ini, merujuk pada Teori Relativitas Umum Einstein dan temuan terbaru dari LIGO dan EHT. Memahami ini bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi juga melatih kita memahami betapa kecilnya kita dan betapa misteriusnya alam semesta tempat kita tinggal.
Siapa tahu, 50 atau 100 tahun lagi, cucu kamu yang membaca arsip artikel ini akan tertawa karena saat itu mereka sudah tamasya akhir pekan lewat wormhole ke Andromeda!
Penutup
Nah, gimana? Sekarang kepala kamu sudah nggak terlalu berasap kan memikirkan bedanya si penyedot debu (blackhole) dan si pintu ajaib (wormhole)?
Intinya sederhana: Blackhole itu penghancur yang nyata, Wormhole itu pengantar yang masih mitos (setidaknya sampai saat ini). Keduanya sama-sama keren, sama-sama menakutkan, dan sama-sama bukti kejeniusan matematika manusia.
Terima kasih sudah mau belajar bareng sampai paragraf terakhir ini. Kalau kamu suka pembahasan antariksa yang santai kayak gini, jangan lupa mampir lagi ya nanti. Masih banyak misteri langit yang belum kita kupas. Sampai jumpa di penjelajahan berikutnya!
Referensi :
-
Hawking, S. W. (1988). A Brief History of Time. Bantam Books. (Buku wajib buat yang mau paham dasar kosmologi).
-
Thorne, K. S. (2014). The Science of Interstellar. W. W. Norton & Company. (Menjelaskan visualisasi blackhole dan wormhole secara ilmiah).
-
NASA. (2019). Black Hole Image Makes History. NASA Jet Propulsion Laboratory. (Sumber foto M87*).
-
Einstein, A., & Rosen, N. (1935). The Particle Problem in the General Theory of Relativity. Physical Review. (Jurnal asli tentang jembatan Einstein-Rosen).
-
Event Horizon Telescope Collaboration. (2019). First M87 Event Horizon Telescope Results. The Astrophysical Journal Letters.